Sekarang ini lagi musim nya para maba dan para " wajah baru dunia pendidikan" akan menginjakkan kakinya di perguruan-perguruan tinggi. Ada yang senang dapet sekolah tinggi yang diinginkan, ada yang biasa-biasa saja, ada yang sedihnya bukan main hingga gak maw makan ampe berbulan-bulan (lebay) dan ada pula yang gak sadar kalo dia sekarang udah jadi calon mahasiswa. Tapi kan ini tahapannya masih CALON MAHASISWA, dengan kata lain belum bisa dikatakan MAHASISWA. Mengapa begitu karena senior2 di sekolah tinggi yang bakal mereka tempati telah menyiapkan rencana2 "dashyat". Rencana itu adalah OSPEK.OSPEK itu apa sih? Untuk lebih jelas tentang definisi ospek kliknya disini.
Lha itukan definisi mas wikipedia. Kliatannya sih gak masalah dengan ospek itu sendiri, tapi kenyataan dilapangan dengan yang di-teori-kan terkadang sangat lah berbeda. Denger kata ospek para maba seketika berdiri bulu kuduk nya. Pucat. Mules. Linglung. Panik. Stres. Itu aja baru denger kata-kata ospek, belum ngerasain tugas2 nya yang bakal menumpuk dan bejibun. Jadi bisa disimpulkan ospek itu kegiatan yang bakal melelahkan dan tidak ada manfaatnya. Cuma buang-buang duit. Buang-buang tenaga. Kegiatan orang-orang alay.
Lha saya kan juga pernah merasakan jadi Maba, pernah jadi junior di SMP dan SMA, tapi yang saya rasakan yang terjadi sekarang adalah penyalahgunaan kata ospek sebagai bentuk perploncoaan dan malah bukan pembinaan. Sempat juga saya berfikir kalo ospek itu useless banget. Tidak ada manfaat atau orang tua bilang faedahnya. Lha memang begitulah kenyataan dilapangan. Tapi ketika saya tahu benar apa esensi dari ospek, pk2, disma, mos, mop, atau apalah itu, saya akhirnya dapat berfikir. Memang kata2 ospek telah menyimpang dari maksud yang diinginka, tapi esensinya menurut saya masih bisa kita petik.Buat saya intinya cuma satu. Semua hal yang mengenai ospek dan lain-lain itu cuma retorika dari kakak-kakak senior untuk ikut dalam sistem yang mengajarkan balas dendam tanpa batas. Virus yang mem- biomagnifikasi bagi pemuda indonesia. Sistem kebencian dan non nalar.
Tapi esensi nya masih perlu kita raih, jangan hanya perploncoaan tapi ada yang lain. Kalo menurut pendapat saya, ospek yang diadakan oleh senior2 di kampus terutama dalam bidang teknik adalah "PENYELARASAN FREKUENSI DASAR".
Lalu apakah itu penelarasan frekuensi dasar? tunggu ulasan saya selanjutanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar